Selasa, 04 Januari 2011

TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR


Istilah ilmu budaya dasar berasal dari bahasa inggris the humanities,yang berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia,berbudaya,dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi manusiawi,lebih berbudaya dan halus. Hal,ini perlu karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan,baik pada tingkat menengah,maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor-faktor lain yang menyebabkannya, salah satu penting adalah sistem pendidikan.
Disini di harapkan kegunaan mata kuliah ini,agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini di harapkan, agar interelasi antara intelektual kita lebih sering dengan akibatnya yang positif bagi pembangunan Negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya. Diharapkan agar mata kuliah IImu budaya dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umunya akan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut,agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Ilmu budaya dasar berbeda dengan ilmu biologi.karena pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya.(homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya,melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep ilmu yang dikembangkan untuk mengkaji untuk masalah-masalah manusia dan budaya. Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD,melihat Konteks budaya Indonesia,juga sesuai dengan program pendidikan di perguruan tinggi. Dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana. Latar belakang IBD dalam konteks budaya,Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
  1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaanya,yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial,kesukuan.
  2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung terus-menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya,sehingga manusia binggung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini,merupakan akibat sifat ambivalen teknolog,yang  disambing memiliki segi-segi positifnya,jugga memiliki segi-segi negative.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya,lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar,yaitu:
  1. Ilmu-ilmu Alamiah(natural science) yaitu ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah.
  2. Ilmu-ilmu sosial(social science) yaitu ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara.untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
  3. Pegetahuan budaya(the humanities) yaitu pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian di beri arti. Peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkutan pautnya dengan metode ilmiah,hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris disebut dengan basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus),sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah ilmu budaya dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). Akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya,baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya,maupun yang menyangkut diri sendiri.
Tujuan ilmu budaya dasar
  1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  2. Memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut dua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa,sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing,tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. Kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
  4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama,para akademis di harapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
  5. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih  dikenal luarnya saja.
  6. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
  7. Sebagai bekal penting untuk pergaulan dalam islam hidup
  8. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tau perilaku manusia
  9. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran,pengertian pemasaran,serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
  10. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
  11. Tidak terjatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotakaan.

Ruang lingkup ilmu budaya dasar
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya(the humanities),baik dari segi-segi keahlian(disiplin)didalam pengetahuan budaya,maupun secara gabungan (antar bidang)dalam pengetahuan budaya
Hakekat manusia yang satu atau universal,akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam masing-masing taman dan tempat.
ILMU-ILMU DASAR MERUPAKAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU DARI DASAR-DASAR MANUSIA:
Sifat-sifat kebudayaan:
  1. Etnosentis
  2. Universal
  3. Alkuturasi
  4. Adaptif
  5. Dinamis
  6. Integrative(integral)
Aspek-aspek kesenian
  1. Kesenian
  2. Bahasa
  3. Adat istiadat
  4. Budaya daerah
  5. Budaya nasional
Unsur-unsur kebudayaan
  1. Sistem religi/kepercayaan
  2. Sistem organisasi masyarakat
  3. Ilmu pengetahuan
  4. Bahasa dan kesenian
  5. Mata pencarian hidup
  6. Peralatan dan teknologi
Fungsi,hakekat,dan sifat kebudayaan fungsi kebudayaan
Fungsi budaya adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berhubungan dengan orang lain di dalam menjalankan hidupnya.
Kebudayaan berfungsi:
  1. Suatu hubungan pedoman antara manusia dan kelompok
  2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
  3. Pebimbing kehidupan manusia
  4. Pembedaan antara manusia dan binatang
Faktor-faktor  yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah.
  1. Kontak Negara lain
  2. Sistem pendidikan formal yang maju
  3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
  4. Penduduk yang heterogen
  5. Ketidak puasan masyarakat di bidang-bidang tertentu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar