Rabu, 24 April 2013

tugas proposal


ANALISIS KEPUASAN WARGA RW.09 KELURAHAN BOJONG RAWALUMBU TERHADAP PELAYANAN PEMBUATAN  e-KTP DI KECAMATAN RAWALUMBU, KOTA BEKASI

SEMINAR PENULISAN ILMIAH

Diajukan guna melengkapi salah satu syarat untuk mencapai gelar setara
 Sarjana Muda Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
 Universitas Gunadarma


                                    Nama                           :  Dina Agustina Untari
                                    Npm                            :  12210055
                                    Jurusan                        :  Manajemen (S1)
                                   







BAB  I
PENDAHULUAN

I.I   Latar Belakang
Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011 dimana pelaksanannya terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada tahun 2011 dan berakhir pada 30 April 2012 yang mencakup 67 juta penduduk di 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota. Sedangkan tahap kedua mencakup 105 juta penduduk yang tersebar di 300 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Secara keseluruhan, pada akhir 2012, ditargetkan setidaknya 172 juta penduduk sudah memiliki e-KTP.
Program e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional/nasional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang dalam hal-hal tertentu dengan manggandakan KTP-nya. Misalnya dapat digunakan untuk:
  1. Menghindari pajak
  2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat diseluruh kota
  3. Mengamankan korupsi atau kejahatan/kriminalitas lainnya
  4. Menyembunyikan identitas (seperti teroris)
  5. Memalsukan dan menggandakan ktp
Oleh karena itu, didorong oleh pelaksanaan pemerintahan elektronik (e-Government) serta untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menerapkan suatu sistem informasi kependudukan yang berbasiskan teknologi yaitu Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP
Fungsi e-KTP
  1. Sebagai identitas jati diri
  2. Berlaku nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya
  3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP
  4. Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan
Berdasarkan pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di situs remi e-KTP, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diterapkan di Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. e-KTP di Indonesia lebih komprehensif. Di RRC, Kartu identitas elektronik (e-IC) nya tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-IC hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (Unique Identification Data), sedangkan di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan). UID diterbitkan melalui pendaftaran pada 68 titik pelayanan, sedangkan program e-KTP di Indonesia dilaksanakan di lebih dari 6.214 kecamatan. Dengan demikian, e-KTP yang diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena e-KTP dilengkapi dengan biometrik dan chip.
e-KTP juga mempunyai keunggulan dibandingkan dengan KTP biasa/KTP nasional, keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya:
  1. Identitas jati diri tunggal
  2. Tidak dapat dipalsukan
  3. Tidak dapat digandakan
  4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam Pemilu atau Pilkada (e-voting)
Selain itu, sidik jari yang direkam dari setiap wajib e-KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
  1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
  2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
  3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar
Dalam pelaksanaannya, penggunaan e-KTP terbukti masih memiliki kelemahan. Misalnya tidak tampilnya tanda tangan sipemilik di permukaan KTP. Tidak tampilnya tanda tangan di dalam e-KTP tersebut telah menimbulkan kasus tersendiri bagi sebagian orang. Misalnya ketika melakukan transaksi dengan lembaga perbankan, e-KTP tidak di akui karena tidak adanya tampilan tanda tangan. Ada beberapa kasus pemegang e-KTP tidak bisa bertransaksi dengan pihak bank karena tidak adanya tanda tangan. Tanda tangan yang tercetak dalam chip itu tidak bisa dibaca bank karena tak punya alat (card reader). Akhirnya pihak pemegang e-KTP terpaksa harus meminta rekomendasi dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk meyakinkan bank.
            Untuk wilayah Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Rawalumbu, pelaksanaan pembuatan e-KTP dimulai  pada bulan Juni 2012,  jumlah warga RW.09 Kelurahan Bojong Rawalumbu, yang mendaftar untuk pembuatan e-KTP lebih dari 900 warga. Namun setelah 6 bulan dari pelaksanaan pembuatan e-KTP, yaitu  sampai bulan Januari 2013, e-KTP yang telah selesai dan diambil oleh yang berhak, kurang dari 200 buah.
Oleh sebab itu, penulis selaku warga RW.09 Kelurahan Bojong Rawalumbu, tertarik untuk meneliti kepuasan warga terhadap proses pebuatan e-KTP dengan member judul : “ANALISIS KEPUASAN WARGA RW.09 KELURAHAN BOJONG RAWALUMBU TERHADAP PELAYANAN PEMBUATAN e-KTP DI KECAMATAN RAWALUMBU, KOTA BEKASI”
I.2    Rumusan dan Batasan Masalah
I.2.1    Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah : Apakah warga RW.09 Kelurahan Bojong Rawalumbu merasa puas dengan pelayanan pembuatan e-KTP di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
I.2.2     Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada kepuasan Warga RW.09 Kelurahan Bojong Rawalumbu terhadap pelayanan pembuatan e-KTP, di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi melalui penyebaran “Kuisioner” yang dilakukan terhadap 500 warga di 9 RT, yang merupakan wilayah RW.09, sebagai responden pada tanggal 4 Januari sampai tanggal 30 Januari 2013 menggunakan alat analisis Skala Likert dan Chi Square.
I.3        Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan Warga RW.09 terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas Kecamatan Rawalumbu dalam pembuatan e-KTP.
I.4        Manfaat Penelitian.
            Dari penelitian yang dilakukan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.        Manfaat Akademis
Penulis agar dapat memahami tentang sampai sejauh mana partisipasi dan kesadaran masyarakat khususnya warga RW.09 terhadap arti pentingnya indetitas diri berupa e-KTP. Penulisan ini dapat dijadikan bahan referensi bagi mahasiswa lain yang ingin melakukan penelitian sejenis.
2.       Manfaat Praktis
Memberikan masukan agar Pegawai Kecamatan Rawalumbu dapat memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat.
I.5        Metode Penelitian
I.5.1     Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah Pelayanan petugas Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi  terhadap proses pembuatan e-KTP.

I.5.2     Data / Variabel
Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama untuk tujuan investigasi yang dilakukan saat ini. Data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan studi, tetapi sebagai data pembanding.
I.5.3     Metode Pengumpulan Data
Penulis melakukan proses pengumpulan data dengan menggunakan cara penelitian lapangan dengan menerapkan beberapa metode :
    1. Wawancara : Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertatap muka langsung dengan warga yang diwawancarai.
    2. Observasi : Mengadakan pengamatan langsung objek yang sedang diteliti untuk mendapatkan informasi yang diperlukan terhadap tingkat kepuasan warga.
    3. Kuesioner : Metode pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada responden untuk diisi guna mendapatkan data yang diinginkan yang dilaksanakan 4 Januari sampai dengan tanggal 26 Januari 2013.
I.5.4     Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi, hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
Hipotesis yang akan dibuktikan oleh penulis, adalah :
Ho       :  Maysarakat atau warga tidak puas terhadap pelayanan petugas Kecamatan     Rawalumbu untuk pembuatan e-KTP
Ha       :   Masyarakat atau warga puas terhadap pelayanan petugas Kecamatan Rawa-lumbu untuk pembuatan e-KTP.
I.5.5   Alat analisis yang digunakan
            Skala Likert
            Skala Likert yaitu untuk mengukur setiap pendapat dan persepsi warga atau kelompok      tertentu, fenomena sosial, jawaban tersebut dapat diukur atau dinilai.
            Uji Chi Square
            Uji Chi Square yaitu pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sample yang benar-benar terjadi, yang disebut frekuensi Observasi (Fo) dengan frekuensi Harapan (Fe) yang didasari pada setiap kasus tertentu dengan rumus :
           
kasus tertentu,dengan rumus :
                                                                                    2

Keterangan      :
            X2 = Chi Square hitung
            Dengan tingkat signifikasi  a = 5% = 0,05
            Untuk Mencari Fe digunakan rumus :  Fe = Pr x Pe x n
            Dimana            :  Pr = Proporsi Baris Total Baris
                                       Pc = Proporsi Kolom
                                       N  = Jumlah Data
  








Rabu, 27 Maret 2013

YOU CAN DO IT


saya tidak yakin atas apa yang saya lakukan hari ini, apakah itu bisa membuat orang lain bahagia ataupun tidak?
saya selalu berusaha untuk mengingat Allah dimanapun saya berada. dikondisi apapun saya berada. disaat seperti apapun saya berada.
saya tak peduli, dengan pembicaraan orang-orang baik atau buruknya saya. yang penting saya melakukan ini dengan hasil kerja keras saya.
ketika kita ingin sekali menggapai sebuah impian, pastinya kita selalu mempunyai niat yang pertama. kita lalu terus berdo’a dan tak lupa kita terkadang merelakan waktu hanya demi impian tersebut.
tetapi, janganlah kita terlalu berharap untuk bisa menggapainya, karena jika impian itu tidak kita gapai, mungkin saja hati ini retak dan sangat kecewa. kita akan terganggu sekali untuk beribadah kepada Allah, berbicara dengan kedua orangtua, teman, sahabat ataupun lebih. kita harus fokus akan apa yang kita lakukan. teruslah berkata dalam hati anda “bahwa saya sudah melakukan yang terbaik. saya tak peduli hasilnya bagaimana, yang saya fikirkan hanyalah. semoga ini bisa membahagiakan diri saya dan orang lain!” ya, kita harus berkata seperti itu, tetap optimis dan tak boleh pesimis.
masa depan itu nomor satu, masuk surga itu impian semua manusia. hari ini adalah hari yang harus kau syukuri, karena kau diberi sebuah kesehatan oleh Allah, apakah esok hari kita bisa seperti hari ini? apakah kita bisa menyapa teman dan sahabat kita? apakah bisa mengungkapkan perasaan cinta terhadap seseorang? apakah yang paling utama, bisa mencium tangan kedua orangtuamu? ataukah kau masih bisa membuka matamu? yaa, kita memang tidak tau ada apa dengan hari esok:/ yang jelas kita harus selalu bersyukur, tak boleh menyerah, dan tetap tawakal dan berdo’a kepada Allah.
teman ini pesan saya untuk kalian yang membaca artikel saya ini, saya mendapatkan inspirasi ini dari seorang yang sudah tidak ada didunia ini..kakek saya. terimakasih :) -mutia, 13thn


Read more: http://www.resensi.net/you-can-do-it/2013/02/#

DAFTAR PUSTAKA

http://www.resensi.net/you-can-do-it/2013/02/

tugas klkp

+AN

                                                                               

                               
TRANSFER OF BANK(SITI)
PT ITS
PT XYZ
PT KIM
PT.OPQ
AFT
                               













KETERANGAN :
  1. + AN  ADALAH SEORANG INVESTOR YANG INGIN MENAROH UANGNYA DI BANK
  2. LALU  SITI  INGIN MEMBUKA TOKO DAN MEMINJAM DANA KE BANK SEBESAR 20.000 LALU BERKERJA SAMA DENGAN AFTM
  3. –B  MEMINJAM DANA 100 JUTA KE  BANK UNTUK MEMBUKA USAHA.
  4. BANK KEKURANGAN DANA DI KARENAKAN PNJMN DRI B PLNG DI BALIKAN KE BANK DAN BANK INGIN BERKERJA SAMA DENGAN PT XYZ
  5. PT XYZ MEMBERIKAN PNJMN KE BANK 100.000 LALU DIA MENCARI PT KIM UNTUK BISA BERKERJA SAMA DENGANNYA AGAR PT XYZ BISA BALIK MODAL.YANG DKRNAKAN –B LM MEMBALIKAN DANA YANG DIPNJMKN KE BANK.
  6. LALU PT KIM KEBERATAN KE PADA PT XYZ YANG INGIN MEMINJAM DANA SEBESAR 100.000 LALU DYA INGIN BERKERJA SAMA KEPADA PT OPQ.
  7. DIMANA PT OPQ MEMBANGUN 3 PERUSAHANN YAITU OP,OQ DAN QP DIMANA PT SITIS KEKURANGAN SAHAM DAN MENJUAL SAHAM 20% KEPADA PT OP,20% KEPADA pt OQ DAN 20% KEPADA pt pq 

Minggu, 10 Maret 2013

tugas pokok pertemuan pertama

                                                                BAB 12



                   
                                                NAMA : DINA AGUSTINA UNTARI
                                               
                                                KELAS : 3EA16

                                                NPM    :12210055



PENALARAN

Penalaran adalah bentuk pemikiran yang lebih rumit karena merupakan bentuk tertinggi dari pemikiran,sehingga pembahasanya dipisahkan dari pembahasan sebelumnya.secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan proposisi-proposisi sebelumnya.
Contoh
1.    logam 1 dipanaskan akan memuai
2.    logam 2 dipanaskan akan memuai
3.    logam 3 dipanaskan akan memuai

Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa penalaran ialah gerak pikiran dari proposisi satu dan seterusnya,hingga proposisi terakhir(kesimpulan). Jadi penalaran merupakan suatu proses pikiran.
Sebuah penalaran terdiri dari premis dan kesimpulan. Premis dibedakan lagi menjadi premis mayor dan minor. Penalaran sering dibedakan menjadi dua yakni penalaran induktif dan penalaran deduktif. Pada penalaran deduktif,konklusif lebih sempit dari premis,pada penalaran induktif konklusi lebih luas dari premis.
Contoh penalaran deduktif
1.    semua manusia akan mati (premis mayor)
2.    indra adalah manusia (premis minor)
3.    kucing akan mati (konklusif)

contoh penalaran induktif
1.    logam 1 jika dipanaskan akan memuai (premis mayor)
2.    logam 2 jika dipanaskan akan memuai (premis minor)
3.    semua logam akan memuai jika di panaskan (konklusi)

Perlu dipahami bahwa “yang benar” tidak sama dengan “yang logis”. Yang benar adalah suatu proposisi. Sebuah proposisi itu benar jika ada kesesuain antara subjek dan predikat. Yang logis adalah penalaran,suatu penalaran dikatakan logis jika mempunyai bentuk yang tepat. Ada 4 hukum yang bisa dijadikan alat pengukur kelogisan suatu penalaran.
1.    Apabila premis benar konklusi benar : contoh manusia akan mati,ali manusia. Jadi ali akan mati. Disini premis mayor dan minornya benar,oleh sebab itu konklusinya juga benar.
2.    Apabila konklusinya salah,premisnya salah : contoh semua manusia akan mati,malaikat adalah manusia,jadi malaikat akan mati. Disini konklusinya salah sebab itu premisnya (keduanya atau salah satunya)pasti salah.
3.    Apabila premisnya salah,konklusinya dapat salah dapat benar. Contoh malaikat itu benda fisik,batu itu malaikat. Disini keduanya premisnya salah,tapi konklusinya benar.
4.    Apabila konklusinya benar,premisnya dapat benar dapat salah. Sama seperti contoh hukum pertama.

METODE ILMIAH

            Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuhnya. Pada langkah tertentu biasanya diperlukan sarana yang tertentu pula. Oleh sebab itulah maka sebelum kita mempelajari sarana-sarana berfikir ilmiah ini kita telah menguasai langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah tersebut. Dengan jalan ini maka kita akan sampai pada hakekat sarana yang sebenarnya,sebab sarana merupakan alat yang membantu kita dalam mencapai tujuan tertentu,tanpa dengan kata lain,sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kegiatan ilmiah secara menyeluruh.

            Sarana berfikir ilmiah ini,dalam proses pendidikan kita,merupakan bidang studi tersendiri.artinya kita mempelajari berbagai cabang ilmu.dalam hal ini kita harus memperhatikan dua hal.

Pertama sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwa ilmiah itu merupakan kumpulan pengetahuan yang didapat berdasarkan metode ilmiah. Seperti diketahui, cirri-ciri ilmu umpamannya adalah penggunaan induksi dan deduksi dalam medapatkan pengetahuan. Cara berfikir ilmiah tidak mempergunakan cara ini dalam mendapatkan pengetahuannya. Secara lebih tuntas dapat dikatakan bahwa ilmu mempunyai metode tersendiri dalam mendapatkan pengetahuan yang berbeda dengan sarana berfikir ilmiah.

Kedua tujuan mempelajari sarana ilmiah secara baik,sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk melakukan penelitian ilmiah secara baik,sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk bisa memecahkan masalah kita sehari-hari. Dalam hal ini sarana ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuan berdasarkan metode ilmiah dalam melakukan fungsinya secara baik. Jelaskan mengapa cara berfikir ilmiah mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah mendapatkan pengetahuannya,sebab fungsi sarana ilmiah adalah melakukan fungsi ilmiah dan bukan ilmu itu tersendiri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dari sarana berfikir ilmiah adalah

  1. Saran berfikir ilmiah bukanlah ilmu,melainkan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah
  2. Tujuan mempelajari metode ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelitian secara baik.
Adapun sarana berfikir ilmiah adalah bahasa,logika,matematika dan statiska. Keempat sarana berfikir ilmiah sangat berperan dalam pembentukan ilmu yang baru.
Syarat suatu ilmu adalah bila ilmu itu sesuai dengan pengetahuanya dan sesuai dengan kenyataanya,atau dengan kata lain suatu ilmu itu berada di dunia empiris dan dunia rasional seperti yang tertera pada bagan satu. Andaikan ilmu itu bergerak dari khasanah ilmu yang berada didunia rasional kemudian ilmu itu mengalami proses deduksi. Dalam proses deduksi ini,sarana berfikir ilmiah yang berperan adalah logika dan matematika. Disini teori-teori yang ada dapat dikaitkan dengan fenomena-fenomena sehingga terjadilah hipotesis atau dugaan,dalam hal ini disebut sebagai ramalan. Ramalan ini perlu diuji melalui tahapan pengujian. Tahapan pengujian dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

Dalam proses pengujian dilakukan pengumpulan fakta-fakta di lapangan atau di dunia empiris. Selanjutnya,dilakukan pengujian dengan berbantuan sarana berfikir ilmiah statistika, sehingga terjadi proses induksi untuk mendapatkan kasanah ilmu yang lain. Proses ini akan berulang terus,sehingga ilmu tersebut selalu berkembang untuk mendapatkan ilmu yang baru atau ilmu yang lainnya.
Contoh metode ilmiah

1.    Metode ilmiah yang ilmiah :
PT PERTAMINA EP MENGEMBALIKAN BLOK PEMERINTAH
Jakarta kompas – PT Pertamina exploration dan production (EP) akan mengembalikan sebagian wilayah kerja minyak dan gas bumi kepada pemerintah. Hal ini dilakukan karena sebagian wilayah kerja tersebut dinilai tidak prospektif dan sulit di kembangkan sebagai wilayah operasi migas.Terkait hal itu, wakil menteri energi dan sumber daya mineral susilo siswoutomo,jumat(8/3),saat ditemui dikantor kementrian ESDM,jakarta,menyambut positif rencana pertamina EP tersebut untuk mengoptimalkan pengelolaan miigas nasional. Baguslah, artinya nantinya area jadi terbuka dan bisa di tenderkan lagi untuk dieksplorisasi oleh perusahaan lain. Jadi pertamina EP tinggal fokus pada daerah-daerah yang betul-betul propesktif.

2.    Metode non ilmiah yang tidak ilmiah :
MENANTI AKSI JAGO TUA BENARD HOKINS
Di jagat tinju adalah lajim. Seorang petinju berkata,satu kanfas lagi saya berhenti. Namun,kenyataanya ia belum berhenti,naik ring lagi,dan lagi hingga ya berkata,satu del lagi saya bener-bener dah pension.
PERBEDAAN KARANGAN

Karangan  adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh . Karangan merupakan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur. Karangan adalah tulisan yang disusun berdasarkan cara berfikir yang logis. Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan dalam kesatuan yang utuh.
 Kerangka karangan sangat menentukan bagus tidaknya hasil sebuah karangan karena dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa lebih terarah dan fokus dengan pokok pikiran serta tema yang telah ditentukan karena fungsi dari kerangka karangan adalah sebagai berikut:

1.    Memudahkan pengendalian variabel
2.    memperlihatkan pokok bahasan, sub-subbahasan karangan, dan memberi kemungkinan perluasan bahasan tersebut sehingga memungkinkan penulis menciptakan suasana kreatif sesuai dengan variasi yang diinginkan
3.    Mencegah pembahasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis
4.    memudahkan penulis menyusun karangan secara menyeluruh
5.    Mencegah ketidaklengkapan bahasan
6.    Mencegah pengulangan pembahasan ide
7.    Memperlihatkan kekurangan atau kelebihan materi pembahasan.

Cara Membuat Karangan Yang Baik
Karangan yang baik adalah karangan yang ditulis oleh orang yang berpengetahuan. Jadi kalau kita ingin meghasilkan karangan yang baik, lebih baik kita menulis karangan berdasarkan bidang yang memang kita kuasai sehingga hasil tulisan karangan kita jelas terbaca arah dan maksudnya.


Berikut ini adalah cara membuat karangan yang baik:
  1. Menentukan tema yang akan ditulis
  2. Pilih judul yang sesuai dengan karangan yang akan ditulis
  3. membuat kerangka karangan yang jelas, gagasan yang sesuai tema, berisi pokok pikiran yang logis, serta konsisten terhadap tema dan judul
  4. Selalu memperhatikan isi dari karangan
  5. Penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
  6. Menguasai tema serta pokok bahasan yang akan kita tulis
  7. Patuh pada kerangka karangan yang telah kita buat sebelumnya


Karangan Argumentasi Bahasa Indonesia

Karangan argumentasi adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan mengenai suatu hal. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentasi. Dasar karangan argumentasi bahasa Indonesia adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, karangan argumentasi harus berdasarkan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta - fakta tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: buku, majalah, surat kabar, angket, wawancara, penelitian, dan pengamatan langsung melalui observasi.
Hal - hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan argumentasi Bahasa Indonesia adalah: berfikir sehat-kritis-logis, mampu mencari-mengumpulkan-memilah fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat, menjauhkan emosi dan unsur subjektif, mampu menggunakan bahasa secara baik-benar-efektif dan tidak menimbulkan salah penafsiran. 
Karangan argumentasi dapat dikembangkan dengan pola penalaran  sebab akibat, yaitu menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Karangan argumentasi bahasa Indonesia biasanya bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian dari karangan argumentasi bahasa Indonesia ini sudah pasti memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. 

Pada dunia periklanan banyak menggunakan bahasa argumentasi dimana konsumen diajak untuk melihat keunggulan dari sebuah produk berdasarkan fakta penunjang yang diyakini bisa membuat konsumen tergerak untuk memutuskan membeli produk tersebut. Contoh karangan argumentasi bahasa Indonesia yang lain adalah skripsi serta karangan ilmiah yang lain. Sebuah karangan argumentasi dianggap memenuhi syarat bila didukung data serta fakta yang akurat sehingga apa yang disampaikan penulis dalam karanga argumentasi tersebut dapat meyakinkan orang yang membacanya 

Contoh Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi merupakan karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan agar pembaca mengikuti dan mengakui kebenaran gagasan penulis. Dalam karangan argumentasi banyak mengemukakan alasan, contoh, atau bukti yang kuat.

Berikut ini adalah contoh karangan argumentasi:

Memutuskan untuk menyekolahkan anak pada usia yang masih sangat dini saat ini telah menjadi trend di kalangan masyarakat. Dengan alasan ingin sedari dini memberikan berbagai ilmu dan kepandaian kepada sang anak, orang tua rela merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya sekolah yang tidak bisa dibilang murah. Bahkan tidak jarang ada bayi usia dibawah satu tahun yang disekolahkan dengan standar internasional. Bila dilihat dari sudut pandang psikologis anak, memasukkan mereka ke dalam sekolah pada usia yang sangat dini dipandang belum begitu perlu. Karena pada usia yang masih sangat dini, yang diperlukan anak hanyalah interaksi yang intens dengan orang-orang terdekatnya, seperti ibu, bapak, kakak, dll

Mungkin dengan alasan keterbatasan waktu karena ibu bekerja maka memilih untuk menggunakan fasilitas day care sekaligus sebagai tempat sekolah bagi anak mereka. Ini tidak bisa disalahkan begitu saja. hal terpenting yang harus diperhatikan adalah, pilihlah day care yang "sayang anak" dan memperhatikan segala keperluan dan kebutuhan anak sesuai dengan usianya. Pastikan bahwa pengasuh bisa berinteraksi dengan baik selama anak kita berada di day care. Perhatikan juga fasilitas yang disediakan, apakah memenuhi kebutuhan motorik kasar dan motorik halus sesuai usia anak kita. 

Contoh Sinopsis

Berikut ini merupakan contoh sebuah sinopsis :


SINOPSIS SINGKONG DAN KEJU:


Joko, 13 tahun, baru lulus SD, meninggalkan desa Pajangan, sahabat, dan keluarganya untuk bersekolah di Surabaya. Ia tinggal bersama nenek dan kakek Johan, sahabat mendiang kakeknya, Alm. Kusnadi. Selain itu, ia bersahabat dengan Dini, cucu kakek Johan yang tinggal serumah dengannya. Joko dan Dini menjadi dua sahabat, mereka bersekolah di SLTP Negeri 1 Bungurasih, Surabaya. Di SLTP tersebut mereka bertemu dengan Danu dan Nela, dua anak orang kaya yang tidak menyukai kehadiran Joko dan berusaha memisahkan dari Dini. Joko merebut simpati Dini dan teman-teman sekelasnya karena kepolosan dan kepintarannya. Suatu saat Joko bertanding sepakbola melawan tim si Danu, Joko berhasil memenangkan pertandingan walaupun dicurangi Danu. Kejadian berlanjut, Danu mendapat nilai jelek di ulangan matematika sementara Joko dan Dini mendapat angka yang tinggi. Kesal karena merasa diremehkan, Danu menantang Joko untuk duel satu lawan satu. Duel dilerai oleh guru tetpi Danu berusaha mempermalukan Joko terus menerus. Sampai suatu saat, Danu dan Nela ditodong penjahat di Plasa Tunjungan. Joko yang melihat kejadian tersebut berusaha menolongnya. Dengan ilmu silat dan kelincahannya, Joko berhasil menggagalkan penodongan tersebut. Danu dan Nela merasa menyesal, mereka meminta maaf dan membentuk persahabatan baru.




Daftar pustakan

Koran kompas sabtu 9 maret 2013
Kompas minggu 10 maret 2013